PRESSURE VESSEL REPAIR WORKSHOP : APA SAJA YANG HARUS DIPERSIAPKAN?

Ketika sebuah pressure vessel mengalami kerusakan, pilihan untuk melakukan repair di workshop sering kali lebih efektif dibandingkan melakukan pekerjaan secara keseluruhan di area operasi.

Namun, repair pressure vessel di workshop bukan hanya masalah menyediakan area kerja dan welding machine. Karena pressure vessel merupakan equipment yang bekerja dengan tekanan, proses repair membutuhkan workshop, equipment, tenaga kerja, inspection, welding, NDT, testing dan dokumentasi yang memadai.

Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pressure vessel repair di workshop?

  1. INITIAL ENSPECTION DAN ASSESSMENT

Sebelum vessel dikerjakan, tahap pertama adalah memahami kondisi aktual equipment. Beberapa informasi yang perlu dikumpulkan antara lain:

  • Nameplate dan equipment identification
  • Design pressure dan design temperature
  • Material specification
  • Drawing atau fabrication document apabila tersedia
  • Riwayat operasi dan maintenance
  • Riwayat kerusakan
  • Lokasi dan jenis defect
  • Kondisi shell, head dan nozzle
  • Kondisi weld joint
  • Remaining thickness

Pemeriksaan awal sangat penting karena metode repair tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan tampilan kerusakan.

Sebagai contoh, corrosion yang terlihat hanya pada satu area belum tentu hanya merupakan kerusakan lokal. Pengukuran thickness di beberapa titik dapat menunjukkan apakah terjadi localized corrosion atau general wall thinning.

 

  1. THICKNESS MEASUREMENT

Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan pada pressure vessel adalah Ultrasonic Thickness Measurement (UTM).  Thickness measurement dapat digunakan untuk mengetahui:

  • Actual wall thickness
  • Area dengan corrosion
  • Remaining thickness
  • Distribution of wall thinning
  • Area yang memerlukan replacement atau repair

Data thickness kemudian dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan apakah equipment masih dapat digunakan, memerlukan repair, atau memerlukan evaluasi engineering lebih lanjut.   Karena itu, repair pressure vessel sebaiknya dimulai dengan data kondisi aktual, bukan hanya estimasi visual.

 

  1. MENENTUKAN REPAIR METHOD

Setelah kondisi vessel diketahui, metode repair dapat ditentukan.  Beberapa pekerjaan yang mungkin dilakukan antara lain:

SHELL PLATE REPAIR

Area shell yang mengalami corrosion atau damage dapat memerlukan penggantian material pada area tertentu berdasarkan hasil assessment dan repair procedure.

HEAD REPAIR

Head atau dished end merupakan bagian penting dari pressure boundary sehingga kerusakan pada area ini memerlukan perhatian khusus.

NOZZLE REPAIR

Nozzle dapat mengalami corrosion, leakage, cracking atau mechanical damage.

Repair dapat berupa:

  • Nozzle repair
  • Nozzle replacement
  • Weld repair
  • Reinforcement repair
  • Weld Joint Repair

Apabila ditemukan weld defect atau crack, diperlukan assessment untuk menentukan extent of defect dan metode perbaikannya.

 

  1. WELDING DAN FABRICATION

Setelah repair method ditentukan, pekerjaan fabrication dan welding dapat dilakukan.  Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Material compatibility
  • Welding procedure
  • Welder qualification
  • Joint preparation
  • Welding sequence
  • Preheating bila diperlukan
  • Interpass temperature
  • Welding consumable
  • Post-weld treatment apabila dipersyaratkan

Untuk pressure-retaining component, welding bukan sekadar menghasilkan sambungan yang terlihat rapi.  Yang lebih penting adalah memastikan sambungan tersebut memenuhi persyaratan engineering dan welding procedure yang berlaku.

 

  1. NON DESTRUCTIVE TESTING (NDT)

Setelah welding selesai, diperlukan pemeriksaan terhadap hasil repair.  Metode NDT yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis repair dan applicable requirement, antara lain:

VT – Visual Testing

Untuk memeriksa kondisi visual, weld profile dan indikasi permukaan.

PT – Liquid Penetrant Testing

Digunakan untuk mendeteksi indikasi permukaan pada material yang sesuai.

MT – Magnetic Particle Testing

Digunakan untuk mendeteksi indikasi permukaan dan near-surface pada material ferromagnetic.

UT – Ultrasonic Testing

Dapat digunakan untuk thickness measurement maupun pemeriksaan tertentu terhadap weld/material.

RT – Radiographic Testing

Dapat digunakan untuk pemeriksaan volumetric weld sesuai kebutuhan dan persyaratan pekerjaan.

Pemilihan NDT tidak selalu sama untuk setiap repair. Metode pemeriksaan harus disesuaikan dengan material, jenis repair, lokasi welding dan code/standard yang berlaku.

 

  1. PRESSURE TEST

Setelah repair dan pemeriksaan NDT selesai, pressure test dapat menjadi bagian dari proses verifikasi. Untuk pressure vessel tertentu, hydrostatic test dapat dilakukan sesuai applicable requirement.

Pressure test harus direncanakan dengan mempertimbangkan:

  • Design pressure
  • Test pressure
  • Vessel condition
  • Test medium
  • Test procedure
  • Safety requirement
  • Applicable code/standard
  • Persyaratan inspector atau pihak berwenang

Tekanan test tidak boleh ditentukan secara sembarangan.  Test pressure harus berasal dari basis engineering dan persyaratan yang berlaku untuk equipment tersebut.

 

  1. WORKSHOP EQUIPMENT

Pressure vessel repair workshop juga membutuhkan fasilitas yang mendukung pekerjaan.  Tergantung ukuran dan jenis vessel, fasilitas dapat meliputi:

  • Welding machine
  • Cutting equipment
  • Grinding equipment
  • Plate preparation equipment
  • Crane / lifting equipment
  • Compressor
  • Air tools
  • Measuring equipment
  • UT thickness gauge
  • Hydrotest pump
  • Pressure gauge
  • Safety equipment
  • Area untuk NDT dan inspection

Untuk vessel berukuran besar, lifting dan material handling menjadi salah satu aspek penting yang harus direncanakan sejak awal.  Workshop harus mampu menangani vessel secara aman mulai dari unloading, positioning, turning, fabrication sampai loading kembali.

 

  1. SAFETY DAN WORK CONTROL

Pressure vessel repair termasuk pekerjaan yang membutuhkan kontrol keselamatan yang ketat.  Sebelum vessel masuk ke workshop, perlu dipastikan bahwa equipment telah:

  • Isolated dari sumber energi
  • Drained
  • Depressurized
  • Cleaned
  • Free from hazardous material
  • Gas tested apabila diperlukan
  • Declared safe for repair

Untuk vessel yang sebelumnya digunakan untuk chemical, fuel, gas atau material berbahaya, proses cleaning dan gas freeing menjadi sangat penting sebelum pekerjaan cutting atau welding dilakukan.  Tidak boleh menganggap vessel kosong berarti vessel sudah aman untuk welding.

 

  1. DOCUMENTATION

Salah satu bagian yang sering terlupakan dalam pekerjaan repair adalah dokumentasi.  Padahal untuk pressure equipment, dokumentasi repair dapat menjadi bagian penting dari equipment history.  Dokumen dapat mencakup:

  • Inspection report
  • Thickness measurement report
  • Repair procedure
  • Material certificate
  • Welding documentation
  • Welder qualification
  • NDT report
  • Pressure test report
  • Inspection record
  • Repair drawing
  • Photo documentation
  • Final repair report

Dokumentasi yang baik membantu client mengetahui apa yang ditemukan, apa yang diperbaiki, bagaimana repair dilakukan dan bagaimana hasil akhirnya diverifikasi.


Pressure Vessel Repair di Workshop vs Repair di Site

Tidak semua pressure vessel harus direpair di workshop.  Pemilihan lokasi repair bergantung pada:

  • Dimensi vessel
  • Berat equipment
  • Jenis kerusakan
  • Accessibility
  • Transportation cost
  • Shutdown schedule
  • Availability of lifting equipment
  • Scope of repair

Namun untuk repair yang membutuhkan pekerjaan fabrication cukup besar, workshop dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain :

  • Controlled working environment – Pekerjaan welding dan fabrication dapat dilakukan pada area yang lebih terkontrol.
  • Better access -Vessel dapat diposisikan untuk memberikan akses yang lebih baik ke area repair.
  • Better equipment availability – Equipment fabrication, lifting dan inspection dapat tersedia dalam satu lokasi.
  • Integrated inspection – Inspection, welding, NDT dan testing dapat dikoordinasikan dalam satu workflow.

Apabila perusahaan Anda memiliki pressure vessel yang mengalami corrosion, leakage, weld defect, wall thinning atau kerusakan lainnya, FIRSTT BOILER dapat membantu melakukan inspection dan assessment awal untuk menentukan opsi repair yang sesuai.

FIRSTT BOILER melayani repair antara lain :

  • Pressure Vessel
  • Air Receiver
  • Steam Drum
  • Process Vessel
  • Heat Exchanger
  • Boiler Pressure Parts
  • LPG / Gas Vessel
  • Pressure-retaining components

Hubungi FIRSTTBOILER hari ini.

www.stteknologi.com