Panduan Lengkap Proses Produksi Tangki Solvent: Material, Tahapan, dan Fitur Penting

Tangki solvent adalah komponen penting dalam industri kimia, cat, printing, farmasi, dan lainnya. Tangki ini dirancang khusus untuk menyimpan bahan kimia cair seperti etil asetat, toluena, metanol, atau keton, yang bersifat mudah menguap dan berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, pembuatan tangki solvent memerlukan perencanaan yang matang, pemilihan material yang tepat, serta proses produksi yang presisi dan sesuai standar keselamatan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tahapan produksi tangki solvent, mulai dari analisa kebutuhan, pemilihan material, proses fabrikasi, hingga penambahan instrumen penting seperti nozzle dan level gauge.

  1. Analisa Kebutuhan dan Fungsi Penyimpanan

Tahapan awal dalam pembuatan tangki solvent adalah memahami jenis cairan kimia yang akan disimpan. Masing-masing bahan kimia memiliki karakteristik berbeda seperti:

  • Titik nyala (flash point)
  • Reaktivitas terhadap logam tertentu
  • Volatilitas
  • Korosivitas

Sebagai contoh, etil asetat dan toluena memerlukan sistem penyimpanan yang tahan korosi, tahan tekanan uap, serta dilengkapi dengan sistem ventilasi untuk menghindari akumulasi gas mudah terbakar.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan:

  • Kapasitas tangki (misal 30 KL)
  • Jenis instalasi (outdoor/indoor)
  • Kebutuhan integrasi ke sistem perpipaan eksisting
  • Sistem pengamanan darurat (emergency drain, flame arrestor, dll)
  1. Pemilihan Material Tangki

Material yang digunakan sangat menentukan ketahanan dan umur pakai tangki. Umumnya, bahan yang sering digunakan untuk solvent tank antara lain:

a. Stainless Steel (SUS304L / SUS316L)

  • Kelebihan: Tahan korosi, tahan terhadap bahan kimia agresif, kuat terhadap tekanan.
  • Kekurangan: Biaya lebih tinggi dibanding baja karbon biasa.

b. Carbon Steel + Coating

  • Dapat digunakan untuk solvent yang tidak terlalu korosif, dengan tambahan lapisan epoxy atau phenolic coating di bagian dalam.

b. Fiberglass (FRP)

  • Untuk kapasitas kecil dan aplikasi non-bertekanan, terutama di industri ringan.

Dalam contoh proyek kami di Bandung, kami memilih SUS304L karena kompatibel dengan berbagai jenis solvent serta memiliki ketahanan terhadap reaksi kimia dan suhu.

 

  1. Desain Umum dan Perlengkapan Standar

Sebuah tangki solvent umumnya terdiri dari:

  • Body silinder vertikal/horizontal
  • Top dome/flat head dan bottom head (biasanya ellipsoidal)
  • Kaki penyangga atau support ring
  • Nozzle dan flange untuk pengisian, pengeluaran, ventilasi, dan pengukuran
  • Tangga akses dan manhole

Beberapa instrumen penting yang harus diperhatikan dalam desain:

  • Nozzle: Ukuran, jumlah, dan posisi harus ditentukan dengan tepat. Umumnya termasuk:
    • Inlet/Outlet nozzle (biasanya DN50 atau lebih)
    • Vent nozzle
    • Sampling nozzle
    • Drain nozzle (di bagian terbawah tangki)
  • Level gauge atau level transmitter: Untuk mengetahui ketinggian cairan di dalam tangki secara visual atau digital.
  • Pressure/Vacuum relief valve: Untuk menghindari tekanan berlebih atau vakum saat proses pengisian atau pengeluaran.
  • Flame arrestor: Jika digunakan untuk solvent mudah terbakar.

 

  1. Proses Produksi Tangki Solvent

Berikut adalah tahapan umum proses fabrikasi tangki solvent:

a. Desain dan Engineering Drawing

  • Pembuatan gambar kerja 2D dan 3D
  • Penentuan posisi nozzle, manhole, dan instrumen lainnya
  • Analisis tekanan dan ketebalan material (sesuai dengan API 650 atau ASME)

b.  Cutting dan Rolling Plat

  • Plat baja atau stainless dipotong sesuai ukuran
  • Dilakukan proses rolling untuk membentuk silinder tangki

c.  Welding (Pengelasan)

  • Sambungan antar plat dilas menggunakan metode GTAW atau SMAW
  • Pengelasan dilakukan sesuai WPS (Welding Procedure Specification)

d.  Assembling Kaki dan Nozzle

  • Kaki tangki dipasang pada bagian bawah (dengan penguatan plat tambahan jika perlu)
  • Semua nozzle dan manhole dipasang pada posisi yang sesuai dengan gambar

e.  Non-Destructive Test (NDT)

  • Pemeriksaan sambungan las dengan metode penetrant test atau radiography
  • Untuk memastikan tidak ada kebocoran atau cacat struktural

f.  Surface Finishing

  • Untuk stainless steel: dilakukan passivation
  • Untuk carbon steel: sandblasting dan painting

g.  Hydrotest

  • Pengujian kebocoran dan kekuatan tangki dengan tekanan air selama ±24 jam

h.  Instalasi Instrumen

  • Pemasangan level transmitter, valve, pressure gauge, dan safety device lainnya

i.  Pengemasan dan Pengiriman

  • Tangki dibersihkan dan disiapkan untuk pengiriman ke lokasi klien

 

  1. Sertifikasi dan Dokumen Teknis

Tangki solvent yang baik harus dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti:

  • Drawing dan data sheet
  • Material Test Certificate (MTC)
  • WPS dan WPQR (sertifikat pengelasan)
  • Laporan uji NDT dan Hydrotest
  • Manual operasi dan perawatan

Untuk aplikasi industri, sering kali diperlukan sertifikasi tambahan seperti Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Disnaker atau sertifikasi sesuai standar internasional.

Penutup

Proses pembuatan tangki solvent membutuhkan ketelitian, pemahaman teknis, serta pengalaman di bidang fabrikasi. Pemilihan material, desain nozzle dan instrumen, serta kualitas proses produksi akan sangat mempengaruhi performa dan keamanan tangki dalam jangka panjang.

Sebagai produsen berpengalaman, FIRSTT BOILER siap mendesain dan memproduksi tangki solvent sesuai dengan kebutuhan industri Anda. Kami melayani pemesanan di seluruh Indonesia dengan standar mutu tinggi dan dokumentasi lengkap.